Geliat Pulau Kumala Mampu Naikkan Kunjungan Wisatawan

June 28, 2016 by  
Filed under Pesona

Sejak diresmikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari 22 Maret 2016 lalu, keberadaan jembatan Repo-repo yang menghubungkan pusat kota Tenggarong menuju pulau Kumala, mampu menyedot wisatawan untuk berkunjung ke pulau wisata yang berada di tengah Sungai Mahakam  tersebut.  Dengan adanya jembatan penghubung ini, pengunjung tidak lagi harus menyeberang sungai menggunakan perahu ke  Pulau Kumala. Apalagi sejumlah arena permainan telah tersedia bagi pengunjung.

Layanan becak motor milik Alpiansyah yang melayani pengunjung berkeliling Pulau Kumala dengan tarif Rp20 ribu sekali pakai.

Layanan becak motor milik Alpiansyah yang melayani pengunjung berkeliling Pulau Kumala dengan tarif Rp20 ribu sekali pakai.

Saat ini di Pulau Kumala terdapat berbagai wahana permainan diantaranya, Bumper Car, Go Kart, sepeda motor mini, Marry go Around, mencoba ketangkasan mengendarai mobil off road, beberapa permainan air di kolam, juga terdapat resort dan hotel.

Pengunjung juga dapat berfoto di patung sepasang naga yang menggambarkan munculnya Puteri Karang Melenu yang terdapat di bagian ujung hulu pulau, dan terdapat patung Lembusuana di bagian ujung hilir, atau dapat melihat dan berfoto di Lamin atau rumah khas etnis Dayak yang terdapat ditengah pulau.

Geliat potensi pariwisata di Pulau Kumala tersebut juga turut dimanfaatkan beberapa warga untuk meningkatkan perekonomian. Ada yang berjualan makanan dan minuman, jasa transportasi, hingga sewa tikar dan payung.

Salah satunya yaitu Alpiansyah, warga jalan Mangkuraja RT 20 Tenggarong itu memanfaatkan kemeriahan Pulau Kumala dengan menyediakan jasa transportasi berkeliling pulau.

Dengan izin dari pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar, Alpian menyediakan 5 unit becak motor bagi pengunjung Pulau Kumala.

Pria kelahiran Muara Muntai itu memberikan fasilitas lebih dari becaknya. Selain memakai atap agar  tidak kepanasan, dirinya  juga menyiapkan musik di setiap becaknya.

Alpian mematok upah Rp.40 ribu bagi pengguna jasa becak motornya, untuk sekali keliling Pulau Kumala. Pengguna jasanya juga bebas setop untuk melihat-lihat wahana maupun sekedar berfoto.

“Penumpang becak motor saya bebas berhenti dimana saja untuk melihat dan berfoto di wahana. Saya layani dan saya tunggu,” ujar Alpian saat berada di pangkalan becak motornya yang tepat  berada di depan gerbang dermaga Pulau Kumala.

Semenjak hampir dua bulan lalu usaha becak motor di Pualu Kumala, Alpian mengaku memiliki penghasilan tambahan yang lumayan.

Dikatakannya, dari setiap sekali sewa untuk satu becak motornya, dirinya mengantongi Rp 20 ribu. Sisanya untuk joki atau pengemudi  yang dipekerjakannya serta membayar retribusi untuk pendapatan daerah.

“Kalau pas hari libur, satu becak motor saya rata-rata 10 kali disewa pengunjung, jika dikalikan 20 ribu, penghasilan saya berarti 200 ribu untuk satu becak motor, kalau dikali lima bisa sejuta,” ujar bapak 3 anak itu sambil tersenyum lebar.

Alpian mengaku pendapatannya tersebut tentunya untuk manambah keuangan  keluarganya, serta sebagian ditabung untuk menutup modal membuat 5 unit becak motor tersebut.

“Alhamdulillah meski belum kembali modal, dengan usaha ini bisa menambah penghasilan, dan berbagi rejeki dengan joki yang membawa becak motor saya,” demikian ujarnya.(vb/hayru)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.