Ayo, Adopsi Pohon di Bukit Bangkirai Ecotourism

October 14, 2016 by  
Filed under Headline

VIVABORNEO.COM, Urusan mengadopsi ternyata tidak saja dilakukan kepada  manusia. Biasanya kata adopsi diartikan sebagai mengambil alihan hak  pengasuhan seorang anak, ke orang tua baru. Namun, adopsi kali ini bukan urusan memelihara seorang anak manusia, melainkan merawat sebuah pohon!

Kristanto Hartadi (berdiri kanan),  Media Relations Department Head  Corporate Communication Division  Total E&P Indonesie berfoto dengan latar belakang pohon yang masih diadopsi.

Kristanto Hartadi (berdiri kanan),
Media Relations Department Head
Corporate Communication Division Total E&P Indonesie berfoto dengan latar belakang pohon yang masih diadopsi.

Kawasan Wisata Alam (KWA) Bukit Bangkirai yang masuk dalam salah satu hutan hujan tropis (Tropical Rain Forest) yang masih tersisa dan terjaga keasliannya. Tepatnya berada di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Hutan seluas 510 hektar ini ditumbuhi ratusan jenis pohon tempat bernaungnya ratusan habitat satwa, terutama burung, mamalia dan serangga. Walaupun berada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) namun untuk menuju Bukit Bangkirai lebih dekat melalui Kota Balikpapan karena jaraknya hanya 58 km.

Kepala Unit Manajemen Jasa Wisata Hutan dan Pusdiklat Bukit Bangkirai, K. Tarigan,S.Hut,MM mengatakan untuk mengadopisi pohon dikenakan tarif tertentu sesuai dengan tanaman tersebut berada. Terdapat  dua kawasan adopsi yaitu pohon khas Kalimantan dan pohon buah khas Kalimantan.

“Tarifnya berbeda. Untuk pohon khas Kalimantan dikenakan tarif Rp.2 Juta di tahun pertama dan Rp.1,5 Juta di tahun selanjutnya. Sedangkan pohon buah khas Kaltim, dikenakan tarif lebih murah jika ingin  mengadopsinya,” jelas pria ramah ini, saat menerima Rombongan Temu Wartawan yang diselenggarakan oleh PT  Total E&P Indonesie, awal Agustus lalu.

Mengapa pohon-pohon tersebut perlu diadopsi? Menurut Tarigan, jika pohon tersebut baru ditanam, maka memerlukan perawatan baik penyiangan gulma, pemupukan, pemberian turus, pagar dan lainnya.

Sedangkan untuk pohon yang telah tumbuh besar, biasanya pohon khas Kaliamntan, tetap memerlukan perawatan seperti pemotongan cabang yang telah rapuh.

Tarigan menjelaskan, untuk mengadopis pohon boleh siapa saja, baik perorangan, instansi pemerintah ataupun swasta hingga kelompok masyarakat.

Hamparan aneka jenis pohon-pohon besar yang dilihat dari atas canopy bridge setinggi 16 meter

Hamparan aneka jenis pohon-pohon besar yang dilihat dari atas canopy bridge setinggi 16 meter

“Kita akan beri tanda berupa papan nama siapa pengadopsi pohonya. Jika pohon ini tidak dilanjutkan adopsi di tahun berikutnya. Maka, pengadopsi lain boleh mengambilalih. Namun, selama pohon tersebut belum ada yang mengadopsi, maka  papan nama pengadopsi sebelumnya tidak akan digantikan,” jelasnya.

Menurut Tarigan, minat masyarakat untuk mengadopsi pohon, baik pohon khas Kalimantan maupun pohon buah cukup tinggi. Bahkan tercatat nama-nama menteri berbagai kabinet di Indonesia telah menjadi bapak angkat pohon-pohon besar dan tua.

Tujuan adopsi tentu adalah pelestarian dan kelangsungan hidup pohon tersebut. Terutama, pohon-pohon yang baru saja ditanam setelah melalui proses penyemaian dan pembesaran.

Terdapat puluhan jenis pohon khas Kalimantan seperti Bangkirai (Shorea leavis), Meranti Merah (Shorea leprosula), Ulin (Eusideroxylon zwageri), Gaharu (Eucalaria malacensis), Pulai (Alstonia shcolaris), Kayu Bawang (Scrodocarpus boornemensis),  Banggeris (Koompasia exelsa) serta puluhan jenis pohon kecil dengan tegakan rendah lainnya.

Begitupun dengan pohon buah khas Kalimantan, pengunjung dapat mengadopsi untuk pelestariannya. Berupa pohon Durian Merah, Durian Lai, Langsat, Rambutan Maritam, Asam Kuranji, jenis mangga-mangga-an, dan masih banyak lagi pohon buah yang tidak dapat dijumpai di pasaran.

“Selain pohon dan buah khas Kalimantan di Bukit Bangkirai ini juga terdapat puluhan jenis tanaman obat, aneka jenis jamur, berbagai macam jenis anggrek dan masih banyak jenis pohon yang belum diidentifikasi secara lengkap. Adopsi yang diberikan sangat membantu dalam merawat serta melestarikan pohon-pohon yang ada di KWA Bukit Bangkirai ini,” jelas Tarigan tersenyum.(vb/yuliawan andrianto)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.