BOS Samboja Jangan Dijadikan Destinasi Wisata

March 15, 2017 by  
Filed under Headline

SAMARINDA – Borneo Orangutan Survival (BOS) yang berada di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan kawasan konservasi untuk penyelamatan dan  perlindungan bagi satwa endemik Kaltim tersebut.

Orangutan sanctuary Wanariset Samboja, threatened by forest fires, Indonesia Accession #: 0.98.111.001.07

Karenanya, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa kawasan BOS Samboja tidak untuk dijadikan sebagai destinasi wisata atau kawasan tujuan wisata.

Hal itu disampaikan Gubernur pada Lokakarya Sosialisasi dan Perencanaan Konservasi Badak Kalimantan di Kaltim di Ruang Rapat Tepian 1, Selasa (14/3).

Menurut gubernur,  kawasan yang bisa dijadikan destinasi wisata untuk pemeliharaan hewan hanyalah kebun binatang bukan kawasan konservasi satwa endemik.

“BOS Samboja itu bukan kebun binatang jadi jangan dijadikan destinasi wisata. Tetapi BOS adalah kawasan konservasi untuk rehabilitasi Orangutan,”
tegasnya.

Apalagi lanjutnya, Orangutan merupakan salah satu satwa endemik Kalimantan yang wajib dilindungi keberadaannya karena hingga kini  terus terancam habitatnya di hutan.

Awang khawatir kehadiran orang berkunjung di kawasan konservasi (BOS Samboja)  akan  dapat mengganggu upaya pemerintah maupun pihak terkait melakukan rehabilitasi.

Melalui Kementertian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), gubernur meminta agar BOS Samboja dicoret atau dihapuskan dari daftar destinasi wisata Kaltim bahkan Indonesia.

“Saya minta kementerian mencoret BOS Samboja dari daftar destinasi wisata karena kawasan itu bukan kebun binatang. Mohon maaf,  Pemkab Kukar untuk kebijakan ini. karena selama ini sudah salah paham dalam
pengembangan kawasan konservasi itu,” ungkap Awang.

Awang Faroek  berharap BOS Samboja itu semakin berkembang dalam upaya bersama menyelamatkan dan melindungi Orangutan melalui kegiatan rehabilitasi.(vb/mas)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.