Menyantap Ikan Tebelaq yang Eksotis di Mahakam Ulu

April 17, 2017 by  
Filed under Kuliner

Berkunjung ke Kabupaten Mahakam Ulu di Kalimantan Timur, maka akan sangat mudah menjumpai  Ikan Tebelaq yang hidup di arus deras. Masyarakat kerap menyantap Ikan Tebelaq sebagai salah satu ikan yang istimewa dalam menu sehari-hari. Biasanya ikan ini disajikan apabila ada tamu yang datang.

Letak Kabupaten Mahakam Ulu berada pada ujung atau asal Sungai Mahakam, sebagai salah satu sungai terpanjang di Indonesia yang berada di Pulau Kalimantan, tepatnya Kaltim, merupakan habitat ikan Tebelaq yang sangat ideal.

Sungai Mahakam melintasi beberapa kota dan kabupaten, yaitu Kota Samarinda, Tenggarong Kutai Kartanegara, Melak Kabupaten Kutai Barat dan Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu.

Jika di Samarinda dan beberapa kabupaten lain yang dilintasi Sungai Mahakam lebar sungai masih mencapai 200 meter bahkan lebih, di Kabupaten Mahakam Ulu, lebar Sungai Mahakam hanya 50 meter bahkan kurang. Apalagi mendekati sumber air di hulu sungai, lebarnya rata-rata kurang dari 50 meter saja.

Arus deras dan banyaknya bebatuan di sisi kiri dan kanan sungai serta banyaknya riam atau jeram, menjadikan sungai-sungai berarus deras ini sebagai habitat paling ideal untuk jenis ikan tor tambra seperti Ikan Tebelaq ini.

Ikan Tebelaq termasuk ikan yang istimewa karena penampilannya sangat eksotis berwarna kuning keemasan untuk Tebelaq kuning. Berat ikan ini juga bervariasi mulai dari ukuran kecil hingga berat lebih dari 10 kilogram.

Ditinjau dari familinya,  ikan tor memiliki banyak jenis dan nama di Indonesia. Ada beberapa nama daerah yang lazim untuk penamaan ikan Tor sp. Seperti di Aceh disebut Kerling, di  Sumatera Utara disebut Jurung  untuk Neochillus sp.  Di Jambi, Kerinci , Riau, Sumatera Barat  dan Selatan sebut Semah, ikan Garing untuk Tor douronensis.

Di Kuningan, Sumedang, Majalengka di Jawa Barat, disebut dengan nama  Ikan Dewa, Kancera Bodas, di Bogor yang terdapat Sungai Cisadane disebut Soro, di Blitar Jawa Timur disebut Senggaring, dan di Jawa Tengah disebut Lempon Kambangan.

Di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat disebut ikan Lomi, sedang jenis Tor tambroides di Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah disebut sapan, semah putih, semah batu, ikan pemecah batu.

Ikan Tebelaq ini termasuk ikan konsumsi mahal di Malaysia, karena permintaan yang tinggi namun ketersediaan di pasaran masih rendah. Di dunia internasional Ikan Tebelaq termasuk dalam jenis Ikan Mahseer.

Dari Catatan Michael Risdianto, terdapat  beberapa nama  untuk menyebut ikan mahseer di Kalimantan. Orang Dayak Punan di Kalimantan Timur menyebutnya dengan atuk ong. Orang-orang Dayak Long Glaat misalnya menyebutnya ikan nyaran (untuk green mahseer) dan ikan tebelaq (untuk spesies red mahseer).

Di Kalimantan Utara orang Dayak Berusu menyebutnya pelian atau sapan. Begitu juga dengan orang-orang Kalimantan Tengah. Di Kalimantan Timur,

Rasa ikan ini gurih dengan daging yang kenyal. Berbeda dengan ikan mas yang jika digoreng daging dalamnya masih basah sulit kering. Ikan Tebelaq yang digoreng akan terasa kering hingga ke daging terdalamnya.

Warga Dayak di Long Pahangai, kerap menyajikan ikan Tebelaq ini dengan cara digoreng, dibakar dan di sup dengan bumbu sederhana, sehingga kuahnya  hanya berwarna bening. Jangan tanya rasanya, tentulah sedap dan ringan ketika kuah diseruput. (vb/ya/foto:mikeitemmm)

 

 

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.