Berawal Jalan-Jalan Terbentuklah Forwata Indonesia

March 11, 2018 by  
Filed under Profil

JAKARTA – VIVABORNEO.COM,  Forum Wartawan Pariwisata (Forwata) Indonesia kini telah terbentuk sebagai upaya  para jurnalis se-Indonesia yang ingin turut mempromosikan pariwisata Indonesia, termasuk wisata di daerah masing-masing.

Terbentuknya Forwata diharapkan dapat mempermudah kerja pemerintah pusat, daerah dan instansi terkait untuk mempromosikan destinasi wisata se-Indonesia,  termasuk obyek  wisata di daerah.

Porwata terbentuk dengan cikal bakal dari kegiatan pra Hari Pers Nasional, 9 Februari 2018,   atas undangan  oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.

“Pengurus dan keanggotaan Forwata merupakan Alumni Famtrip HPN 2018 berasal dari seluruh Provinsi se-Indonesia. Dengan terbentuknya forum ini, tentu instansi terkait dapat memanfaatkan keberadaan kita untuk mempromosikan seluruh destinasi wisata Indonesia,” ujar Didis,  waratawan asal Riau yang juga salah satu inisiator terbentuknya Forwata.

Hal senada juga disampaikan Ivan Sahruna Lubis, inisiator Forwata dari DKI Jakarta, mengaku saat ini sedang fokus mematangkan pembentukan organisasi dan terus menjalin komunikasi dengan teman-teman alumni Famtrip HPN 2018.

“Saat ini kita masih fokus mematangkan terbentuknya kepengurusan forum, setelah terbentuk kita tentu akan gencar mempromosikan wisata Indonesia melalui tulisan wartawan yang tergabung di forum,” kata Ivan.

Selain Didis dan Ivan beberapa inisiator adalah Endro S Effendi (Ketua PWI Kaltim), Afdhal Azmi Jambak (PWI Sumatera Selatan), Juniardi (PWI Lampung), Ridwan (Gorontalo),  Hendik (Jawa Timur), Mercys (Papua), dan Viktor (Kalteng),  dan beberapa inisiator lainnya.

Dalam kegiatan Familization Trip yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, 75 orang wartawan dari seluruh Indonesia diajak mengunjungi obyek wisata yang dimiliki Sumbar, dalam rangkaian Hari Pers Nasional yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Beberapa obyek wisata yang dikunjungi antara lain Istana Basa Pagaruyung, Kelok Sembilan, Lembah Harau, Bukit Tinggi, Jam Gadang, Rumah kelahiran Proklamator Bung Hatta, Goa Jepang, hingga Lawang Park di Kabupaten Agam dan melihat langsung pembuatan gula tebu menjadi gula merah yang dikerjakan secara tradisional.(vb/ya)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.